Tanaman air tropis untuk akuarium kebanyakan dipasarkan dalam kemasan plastik, dimana pada bagian bawah tangkai diberi pot dengan wool mineral. Cara ini dapat melindungi tanaman dan memberi kesempatan pada akar untuk tetap dapat berkembang ideal mulai dari saat tanaman dipilah dan dipotong seperti pada saat awal tanam hingga sampai pada lokasi tanam.
Pot dan wool mineral baru boleh dilepas ketika siap ditanam. Gunakan pot plastik yang mudah dilepaskan dari akar - akar yang hidup didalamnya. Akar yang telah menyebar dapat dilepaskan dengan hati -hati dari pot plastik tersebut . jika terdapat akar yang terlalu panjang san banyak, sebaiknya dipotong dengan menggunakan gunting atau pisau. karena akar tanaman yang menyebar keluar dapat lebih mudah membusuk.
Tanaman kecil pipih seperti Lilaeopsis terkadang sulit untuk ditanam kembali ketika wool mineralnya sudah dilepas. Dalam beberapa kasus atau kadangkadang cukup dengan membuang pada bagian bawah wool mineral dan sisanya bersama akar dapat ditanam ke dalam akuarium.
Sebelum ditanam sebaiknya buang dulu daun-daun yang sudah tua, sehingga tanaman alcan nampak lebih menarik. Diharapkan tanaman baru akan tumbuh clan muncul
daun-daun baru yang sesuai dengan kondisi air di akuarium dan pencahayaanya. ocis
sumber : Warta Pasar Ikan, Dir. Pemasaran Dalam Negeri, Ditjen P2JP, DKP 2009
The Barramundi (Lates calcarifer) is a species of catadromous fish in family Latidae of order Perciformes. The native species is widely distributed in the Indo-West Pacific region from the Persian Gulf, through Southeast Asia to Papua New Guinea and Northern Australia.
Showing posts with label Manajemen. Show all posts
Showing posts with label Manajemen. Show all posts
Tuesday, September 29, 2009
Sunday, September 20, 2009
Mengenal Obat Ikan
Obat lkan merupakan:
• Zat kimia yang bila diberikan akan
mempengaruhi fungsi sel hidup;
• Racun apabila masuk kedalam tubuh tanpa dosis yang tepat;
• Menimbulkan residu yang dapat menggangu kesehatan manusia dan merusak lingkungan;
• Penggunaannya menentukan dalam proses
budidaya untuk meningkatkan produksi;
Syarat utama penggunaan obat ikan
• Aman (Safety) terhadap ikan, manusia dan lingkungan
• Berkhasiat (Efikasi) untuk menyembuhkan
• Bermutu (Quality) : mutu dapat dipercaya
sebelum menggunakan obat ikan
• Harus diketahui dengan tepat diagnosa
penyakit dan tujuan penggunaannya
• Harus diketahui jenis obat dan dosisnya yang tepat
• Harus diketahui sasaran organ yang dituju;
• Harus diketahui cara pemberian yang tepat
• Harus diketahui faktor yang mempengaruhi kerja obat ( keadaan umum,species ikan, lingkungan air, suhu, cuaca d1l).
sumber : Ir. Maysarah Mawardi, MM, Ditjen Budidaya, DKP, 2009
• Zat kimia yang bila diberikan akan
mempengaruhi fungsi sel hidup;
• Racun apabila masuk kedalam tubuh tanpa dosis yang tepat;
• Menimbulkan residu yang dapat menggangu kesehatan manusia dan merusak lingkungan;
• Penggunaannya menentukan dalam proses
budidaya untuk meningkatkan produksi;
Syarat utama penggunaan obat ikan
• Aman (Safety) terhadap ikan, manusia dan lingkungan
• Berkhasiat (Efikasi) untuk menyembuhkan
• Bermutu (Quality) : mutu dapat dipercaya
sebelum menggunakan obat ikan
• Harus diketahui dengan tepat diagnosa
penyakit dan tujuan penggunaannya
• Harus diketahui jenis obat dan dosisnya yang tepat
• Harus diketahui sasaran organ yang dituju;
• Harus diketahui cara pemberian yang tepat
• Harus diketahui faktor yang mempengaruhi kerja obat ( keadaan umum,species ikan, lingkungan air, suhu, cuaca d1l).
sumber : Ir. Maysarah Mawardi, MM, Ditjen Budidaya, DKP, 2009
Monday, August 24, 2009
Bila Benih ikan Terinfeksi
Dalam budidaya ikan atau udang, hal pertama yang harus diperhatikan adalah lingkungan/ media. Jika lingkungan hidup atau media aman dan nyaman bagi ikan, bisa dipastikan ikan akan tumbuh dengan optimal, sebaliknya jika media hidupnya kurang nyaman, ikan akan mudah stres dan berupaya untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang buruk.
Selain faktor lingkungan, patogen merupakan laktor yang harus kita perhatikan sebab jika sudah masuk ke dalam lingkungan pemeliharaan ikan, akan mudah sekali menginfeksi ikan terutama pada saat lingkungan memburuk atau jika ikan mengalami stres.
Hampir semua patogen bersifat oportunis, yaitu menyerang pada saat lingkungan memburuk.
Jika dilihat dari gejala, besar kemungkinan benih kerapu yang bapak pelihara terinfeksi suatu penyakit. Tapi diperlukan pemeriksaan dan analisa yang tepat sehingga benar - benar diketahui penyakit yang menginfeksi ikan.
Beberapa penyakit yang mungkin menginfeksi ikan diantaranya :
• parasit monogenean, seperti Neobenedenia sp. Biasanya dicirikan dengan turunnya nafsu makan ikan disertai pergerakan yang abnormal. Beberapa menimbulkan 'pop eye' (mata menonjol), biasanya berasosiasi dengan penyakit bakterial. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah merendam dengan air tawar selama 15-30 menit sehingga parasit akan terlepas dari tubuh ikan. Jika terkena air tawar, warna parasit akan berubah dari bening menjadi putih susu sehingga mudah dilihat
dengan mata telanjang.
• Parasit darijenis Oodinium sp, dicirikan dengan timbulnya lapisan seperti bludru (velvet) pada permukaan tubuh ikan, serta warna insang berubah pucat. Ikan biasanya cenderung diam di dasar bak. Infeksi Oodinium lebih sudah diamati pada ikan yang masih berukuran kecil, tetapi biasanya infeksi Oodinium ini menyebabkan kematian yang signifikan. Jika terserang Oodinium. ikan bisa di dipping (celup) dengan larutan formalin 100-200 ppm selama 1 jam dengan aerasi kuat.
• Penyakit bakterial, salah satunya vibriosis. Gejala warna ikan cenderung gelap, jika dibedah gelembung renang membesar (tampak seperti kembung), kadang-kadang disertai luka/borok. Jika terbukti terinfeksi bakteri, antibiotik bisa digunakan dengan dosis tepat sesuai yang dianjurkan. Kepadatan ikan dikurangi dan perbaikan kualitas air.
• Virus VNN, banyak menyerang benih kerapu dengan gejala kehilangan nafsu makan, ikan yang lemah berenang dekat permukaan air. Ikan yang terinfeksi akan banyak berada di dasar bak, dan akhirnya akan mati. Sampai saat ini belum ada obat-obatan yang bisa digunakan untuk mengatasi virus, kecuali langkah-langkah pencegahan seperti pergantian air yang cukup banyak dan sering, serta penambahan imunostimulan. VNN mudah menular sehingga jika teridentifikasi dan kematian semakin meningkat, disarankan untuk memusnahkan dan melakukan sterilisasi terhadap bak dan alat-alat.
sumber : TROBOS, 2008
Selain faktor lingkungan, patogen merupakan laktor yang harus kita perhatikan sebab jika sudah masuk ke dalam lingkungan pemeliharaan ikan, akan mudah sekali menginfeksi ikan terutama pada saat lingkungan memburuk atau jika ikan mengalami stres.
Hampir semua patogen bersifat oportunis, yaitu menyerang pada saat lingkungan memburuk.
Jika dilihat dari gejala, besar kemungkinan benih kerapu yang bapak pelihara terinfeksi suatu penyakit. Tapi diperlukan pemeriksaan dan analisa yang tepat sehingga benar - benar diketahui penyakit yang menginfeksi ikan.
Beberapa penyakit yang mungkin menginfeksi ikan diantaranya :
• parasit monogenean, seperti Neobenedenia sp. Biasanya dicirikan dengan turunnya nafsu makan ikan disertai pergerakan yang abnormal. Beberapa menimbulkan 'pop eye' (mata menonjol), biasanya berasosiasi dengan penyakit bakterial. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah merendam dengan air tawar selama 15-30 menit sehingga parasit akan terlepas dari tubuh ikan. Jika terkena air tawar, warna parasit akan berubah dari bening menjadi putih susu sehingga mudah dilihat
dengan mata telanjang.
• Parasit darijenis Oodinium sp, dicirikan dengan timbulnya lapisan seperti bludru (velvet) pada permukaan tubuh ikan, serta warna insang berubah pucat. Ikan biasanya cenderung diam di dasar bak. Infeksi Oodinium lebih sudah diamati pada ikan yang masih berukuran kecil, tetapi biasanya infeksi Oodinium ini menyebabkan kematian yang signifikan. Jika terserang Oodinium. ikan bisa di dipping (celup) dengan larutan formalin 100-200 ppm selama 1 jam dengan aerasi kuat.
• Penyakit bakterial, salah satunya vibriosis. Gejala warna ikan cenderung gelap, jika dibedah gelembung renang membesar (tampak seperti kembung), kadang-kadang disertai luka/borok. Jika terbukti terinfeksi bakteri, antibiotik bisa digunakan dengan dosis tepat sesuai yang dianjurkan. Kepadatan ikan dikurangi dan perbaikan kualitas air.
• Virus VNN, banyak menyerang benih kerapu dengan gejala kehilangan nafsu makan, ikan yang lemah berenang dekat permukaan air. Ikan yang terinfeksi akan banyak berada di dasar bak, dan akhirnya akan mati. Sampai saat ini belum ada obat-obatan yang bisa digunakan untuk mengatasi virus, kecuali langkah-langkah pencegahan seperti pergantian air yang cukup banyak dan sering, serta penambahan imunostimulan. VNN mudah menular sehingga jika teridentifikasi dan kematian semakin meningkat, disarankan untuk memusnahkan dan melakukan sterilisasi terhadap bak dan alat-alat.
sumber : TROBOS, 2008
Subscribe to:
Posts (Atom)